Senin, 20 Juli 2009

Citra Masyarakat terhadap Pelacur Jalanan

(Studi Kasus Pelacur Jalanan di Sekitar Stasiun Kota Baru).

Orang jawa kebanyakan adalah pelacur

Yohanes Prasetya


Dalam kehidupan sehari-hari pelacur selalu dianggap sebagai “sampah masyarakat”. Hal ini didasari karena masyarakat mempunyai citra yang buruk terhadap orang yang terjun dalam pelacuran. Munculnya citra ini berkaitan dengan citra kolektif yang terbentuk bahwa pelacurpelacur jalanan yang biasanya beroperasi di sekitar Stasiun Kota Baru. Pelacur jalanan ini berbeda dengan pelacur yang berada di lokalisasi dimana keamanan dan perlindungan dari aparat sudah ada. Seiring dengan penutupan lokalisasi ternyata membuat para pelacur jalanan bertambah banyak di sekitar Stasiun Kota Baru. Hal ini membuat suatu permasalahan yang baru, baik itu terkait dengan citra yang terbentuk terhadap pelacur ataupun tidak.
Dalam kajian skripsi ini akan dibahas beberapa permasalahan yaitu (1) Bagaimana citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru, Kecamatan Klojen, Kota Malang? (2) Faktor-faktor apakah yang membentuk citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru? (3) Bagaimanakah interaksi sosial antara pelacur jalanan dengan masyarakat di sekitar Stasiun Kota Baru? berdasarkan rumusan permasalahan tersebut, maka kajian skripsi ini bertujuan (1) Menjelaskan tentang citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru, Kecamatan Klojen, Kota Malang (2) Menjelaskan faktor-faktor yang membentuk citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru (3) Menjelaskan hubungan interaksi sosial antara pelacur jalanan dengan masyarakat di sekitar Stasiun Kota Baru.
Skripsi ini mengunaka
n pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi dimana peneliti berusaha menangkap suatu fenomena yang terjadi di masyarakat sekitar Stasiun Kota Baru, untuk kemudian dianalisis secara mendalam. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Untuk menjaga keakuratan data peneliti melakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan proses sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, mengkomparasikan data, analisis data, dan sintesis data.
Hasil penelitian
menunjukan terdapat lima citra yaitu 1) Citra tentang wanita atau waria yang berprofesi sebagai seorang pelacur. Dengan hasil untuk pelacur wanita bahwa profesi ini tidak baik namun di sisi lain mereka memaklumi bahwa keadaan yang memaksa, sedangkan tentang waria masyarakat berpandangan bahwa semua waria yang mangkal di stasiun adalah pelacur. 2) Citra masyarakat terhadap penyebab seseorang terjun ke dalam kehidupan pelacurpelacur jalanan disebabkan faktor ekonomi, untuk waria yang terjun ke dalam pelacuran dikarenakan faktor biologis (seksual). 3) Citra masyarakat terhadap faktor-faktor yang mendorong para pelacur jalanan menempatkan wilayah di sekitar Stasiun Kota Baru sebagai tempat mangkal. Dengan hasil; pertama, lokalisasi tutup maka banyak pelacur wanita mangkal di sekitar Stasiun Kota Baru. Kedua, daerah ini ramai dikunjungi orang pada malam hari. 4). Citra masyarakat terhadap dampak keberadaan pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru, masyarakat tidak terganggu yang terganggu hanya para pemudi yang lewat stasiun waktu malam hari, karena dianggap pelacur oleh para pria hidung belang. 5). Citra masyarakat terhadap Pemerintah Kota Malang (Pemkot) yang akan berusaha merelokalisasikan para pelacur jalanan. Masyarakat setuju agar pelacur tidak berkeliaran di jalan-jalan.

Faktor-faktor pembentuk citra terdiri atas
1). Tubuh atau fisik.
2). Bahasa
3). Umpan balik dengan orang lain.
4). Identifikasi orang lain terkait dengan jenis pekerjaan.

Interaksi masyarakat d
engan pelacur jalanan terkait dengan citra yang terbentuk dapat dibagi menjadi 2 yaitu; pertama. Interaksi masyarakat dengan pelacur jalanan yang tinggal di lingkungan masyarakat. tergantung dari perilaku mereka terhadap masyarakat. Kedua, interaksi pelacur jalanan yang mangkal di sekitar stasiun dengan masyarakat di wilayah Kelurahan Klojen dan Kelurahan Kidul Dalem, sangat minim berinteraksi dengan para pelacur, namun sikap yang minim interaksi tidak membuat hubungan menjadi renggang.
Penelitian ini memberikan saran sebagai berikut
1) Diadakannya tempat khusus (lokalisasi) agar mereka tidak berkeliaran di jalan lagi dan menganggu ketenangan masyarakat terutama pemudi.
2) Mengeluarkan peraturan tentang pelacur jalanan dan menjalankannya dengan tegas.
3) Masyarakat hendaklah bersama-sama untuk aktif berperan dalam memberantas pelacur jalanan agar kembali ke masyarakat.
4) Hendaknya semua orang membuka mata dan telinga bahwa tidak semua citra tentang pelacur jalanan bersifat buruk adakalanya mereka juga baik.
5). Kepada peneliti selanjutnya diharapkan akan menindaklanjuti penelitian ini, umpam menyangkut kemungkinan tidaknya di Malang dibangun panti rehabilitasi bagi pelacur jalanan waria maupun wanita.
merupakan sarang penyakit menular, penyakit AIDS, perampas suami orang dan perusak rumah tangga orang. Fokus kajian ini menitik beratkan pada jalanan. Wanita terjun ke dalam profesi

Titip Promosi Wanita Simpanan


mencari wanita simpanan yang bisa membuatku senang,
di jamin puas baik fisik maupun materi.
e-mail saya dan saya beri nomor untuk menghubungi saya dan bernegosiasi tentang harga.
syarat2 sebagai berikut:
-berkulit putih/kuning langset.
-umur 21 s?d 32 th.
-bertubuh langsing/ideal.
-tidak berpenyakit.
-berstatus diluar nikah/janda
-mau mera
hasiakan status tersebut(wanita simpanan)
setelah anda e-mail ke alamat (t_soeharto@yahoo.com)
maka anda langsung mendapatkan nomor HP yang bisa anda hubungi terima kasih.


atau pengen cari langsung?
klik gambar di sini!!


Daripada Hubungan Seks, Lebih Baik Ngobrol

Ucup siap menampung.

pelacur-rusia1Resesi ekonomi global mengubah segalanya, termasuk perilaku laki-laki hidung pelangi :) yang suka ke bisnis esek-esek di Rusia. Para pekerja seks di Rusia saat ini banyak mendapatkan pelanggan jenis baru dari para laki-laki hidung pelangi tersebut.

Dulu mungkin tujuan para laki-laki datang ketempat esek-esek hanya ingin berhubungan intim atau berhubungan seks dengan para wanita-wanita penjaja tubuh alias wanita tuna susila, namun saat ini para laki-laki hidung pelangi di Rusia lebih suka datang dan mengobrol tentang kesulitan bisnis dan pekerjaan yang sedang dihadapi daripada berhubungan intim.

Mereka berkeluh kesah , sekarangpun banyak yang datang tidak untuk urusan seks, mereka datang hanya ingin berkeluh kesah dan kami hanya menjadi pendengar yang baik, ” ungkap Adriana (30) salah satu pekerja malam yang diwawancarai oleh Rauter di sebuah bar di Moskow.

Menurut pakar seks, kolumnis dan penulis Tracey Fox dari Inggris “Stress adalah faktor besar dalam menurunkan dorongan seks, ” katanya.

Prostitusi adalah kegiatan ilegal di Rusia, namun praktek yang berhubungan dengan seks demi uang tetap tumbuh subur. Di sepanjang jalan raya pelosok Moskow bertebaran para pekerja seks yang mencari tamu.

Merekapun setuju apabila dikatakan permintaan untuk seks menurun sejak krisis ekonomi global dunia melanda berbagai negara. ” Mereka sekarang hanya bicara tentang kerja dan kerja, mereka khawatir kehilangan pekerjaan,” ujar Olya (20), yang kedapatan sedang menjajakan cinta di jalanan utama kota.

Untuk menghadapi kondisi krisis seperti ini, tidak heran jika para penjaja cinta itupun ikut melakukan diskon harga.

Bayaran untuk mereka selama ini cukup bervariasi, banyak yang mengaku dapat hidup layak dengan bekerja sebagai penjaja cinta, dengan penghasilan paling tidak sebesar US$.2.000 atau sekitar Rp.21 jutaan setiap bulan, asalkan bisa mendapatkan beberapa tamu setiap malam.

Adriana, misalnya mengaku mengaku memotong harga jual dirinya sebesar 500 rubel hingga hanya menjadi 2.000 rubel atau sekitar Rp.600.000.- per jam. Hal ini dilakukan karena banyak langganannya yang biasa datang seminggu tiga kali saat ini tidak pernah muncul lagi.

Disisi lain, kelompok prostitusi elite tampaknya tidak berdampak terhadap krisis ekonomi ini, mereka yang membidik pelanggan tajir alias kaya memiliki pelanggan dari manca negara ( wow….sepertinya sudah go international :) ) dan masih memasang tarif US$.395 – US$.658 atau Rp.4 juta – Rp.7 juta untuk sekali kencan dan kebanyakan pelanggan dari Timur Tengah… Puantes…Raja Minyak…. :lol:

Hasil Penelitian Terhadap seorang PSK


Seorang wanita berusia 20 tahun yang ditahan dua kali dalam tempoh 10 hari di pusat maksiat murahan di bandar raya ini, mendakwa dia tiada pilihan kerana menjadi ‘ketua keluarga’ selepas suaminya ditahan polis baru-baru ini.

“Saya terpaksa melacur untuk membantu ibu yang sakit jantung menyara dua adik yang masih bersekolah selain mahu membeli susu anak,” rayu wanita terbabit ketika ditahan sepasukan penguat kuasa Jabatan Agama Islam Kedah (Jaik) dalam serbuan di Lorong Petani, dekat sini, malam kelmarin.

Pada serbuan jam 10 malam, pelacur berasal dari Jitra, kira-kira 30 kilometer dari sini itu baru selesai memuaskan nafsu seorang pelanggan di dalam hutan pisang di kawasan berkenaan.

Ketika disoal siasat pihak berkuasa, wanita itu mengaku memperoleh hasil sekitar RM60 bagi seorang pelanggan dan dia mampu melayan lebih daripada dua pelanggan pada satu malam jika terdesak untuk mendapatkan pendapatan.

Difahamkan, wanita itu pernah ditahan pada 31 Disember tahun lalu kerana kesalahan sama, tetapi nyata tidak serik apabila sanggup mengulangi perbuatan yang dicela Islam.

“Sebelum ini saya bekerja sebagai pembantu kedai makan dengan pendapatan hanya RM20 sehari tetapi ia tidak mencukupi,” katanya yang mendakwa suami kini ditahan akibat satu kes bunuh di bandar raya ini.

Wanita itu mendakwa dia terpaksa mencari rezeki untuk membantu menyara persekolahan adiknya yang masing-masing belajar di Tingkatan Satu dan Tiga manakala ibunya pula menghidap sakit jantung.

“Selepas suami masuk penjara beberapa bulan lalu, saya bertanggungjawab membeli susu bagi anak yang baru berusia setahun,” katanya.

Ketika ditemui Metro Ahad, wanita itu mengaku dia melakukan hubungan seks tanpa mengira kaum, termasuk Bangladesh dan bukan Islam, di kawasan itu semata-mata untuk mendapatkan wang.

Ketika serbuan kelmarin, beberapa pelanggan yang melakukan tawar menawar di dalam hutan belukar bersama pelacur murahan bertempiaran lari di atas landasan kereta api tanpa menghiraukan keselamatan nyawa mereka.

Seorang lelaki yang cuba menyorok di dalam semak di belukar itu gagal melarikan diri apabila turut ditahan anggota penguat kuasa yang berjaya menghidu tempat persembunyiannya.

Lelaki itu mendakwa datang ke situ hanya untuk berseronok dan sekadar melepaskan nafsu bersama pelacur kerana harga pelacur murah berbanding tempat lain.

“Saya tidak ada duit, sebab itu saya datang sini. Di sini lebih murah,” kata lelaki itu ketika disoal siasat penguat kuasa Jaik.

Lorong Petani di Jalan Teluk Wanjah, di sini, sememangnya terkenal sebagai tempat pelacuran murahan di negeri ini sejak berpuluh tahun lalu, walaupun pihak berkuasa, termasuk Jaik, pernah mengambil tindakan meroboh kawasan berkenaan, namun ia kembali aktif tidak lama kemudian.

Turut ditemui ialah beberapa kotak kondom yang dipercayai dibuang di tepi longkang selain barangan lain termasuk ubat nyamuk yang masih bernyala.

Tinjauan mendapati peralatan yang ada di kawasan yang kotor itu hanya sofa terpakai, tikar mengkuang dan khemah bagi menjalankan kegiatan seks.

Kalau dah terdesak memang dah tak boleh nak timbang dosa pahala..

Harga Wanita

Wanita ciptaan mulia. Jika kamu memerhatikan penciptaannya, ia tidak dicipta dari tanah liat yang kotor, tetapi ia adalah makhluk yang mengambil rusuk seorang makhluk yang telah hidup dan mengambil zat-zat syurga. Wanita yang pertama adalah Hawa. Dialah ibu kita.

Melontarkan diri kita semula ke alam itu, ALLAH hakikatnya telah mengangkat taraf dan martabat wanita sebagai satu juzu’ alam yang amat penting. Adam a.s. tinggal di syurga yang penuh dengan kenikmatan. Kita pernah mendengar bahawa barangsiapa yang memasuki syurga, dia akan terpegun dahulu selama lima puluh tahun sebelum mampu berkata apa-apa. Hal ini adalah perumpamaan untuk menunjukkan betapa hebatnya syurga itu. Adam tinggal di dalamnya.

Namun nikmat yang maha hebat itu tidak mampu menyirnakan kesunyian di dalam hati Adam a.s.. Rasa sunyinya hanya hilang apabila dia dianugerahkan Hawa di dalam kehidupannya. Siapakah Hawa? Seorang wanita. Ternyata wanita itu melengkapkan keindahan syurga. Jelas kepada kita, wanita adalah pelengkap kepada kehidupan alam ini.

Sebermula kisah manusia di alam ini, ALLAH telah mengangkat dahulu martabat wanita di mata dunia. Nikmat syurga dan wanita. Adam kesunyian di dalam syurga tanpa Hawa. Maka apakah harga Hawa? Apakah harga wanita?

Saat-saat seluruh tamadun dunia mengeksploitasi wanita sebagai bahan melepaskan nafsu, sebagai lambang kejahatan, sebagai lambang keburukan dan kerendahan taraf, ISLAM muncul mengangkat martabat wanita. ALLAH telah menyediakan satu surah khas untuk wanita di dalam Al-Quran. Surah yang bernama An-Nisa’ membawa maksud wanita. Maka apakah ini kemuliaan atau kehinaan? Apakah harga wanita?

Di dalam Al-Quran dan sunnah, setiap perintah atau hak-hak yang menggunakan ganti nama lelaki, maka perempuan akan turut serta di dalamnya. Bermaksud perempuan akan turut mendapat hak dan perlu melaksanakan perintah tersebut. Namun apabila perintah atau hak-hak yang menggunakan ganti nama perempuan, maka lelaki sesekali tidak termasuk di dalamnya.

Keadaan wanita yang lemah membuatkan ISLAM menganugerahkan wanita pelbagai kelebihan di dalam beramal. Jika diukur kemudahan mendapatkan pahala, keampunan dan rahmat ALLAH, maka wanita adalah yang dilebihkan. Rujuklah pelbagai hadith yang menyatakan tentang amalan-amalan wanita yang diredhai ALLAH. Menyenangkan hati suami sahaja sudah dijanjikan pelbagai ganjaran yang lumayan di akhirat nanti. Malah wanita digugurkan arahan ke medan perang bahkan mereka tetap mendapat pahala yang lebih lumayan dari itu hanya dengan duduk di rumah dan mengurus hal rumah tangga. Apakah ini satu kezaliman?

Di dalam berbuat dosa pula, jika wanita mengikut aturan ISLAM yang sebenarnya maka wanitalah yang paling terhindar dari berbuat dosa. Di dalam ISLAM, wanita tidak digalakkan untuk terdedah kepada masyarakat. Malah wanita digalakkan untuk berada di rumah dan membesarkan anak-anak mereka menjadi hamba yang taat kepada ALLAH dan melayan suaminya. Rumah seakan-akan kubu kuat kepada wanita untuk terhindar dari pelbagai perkara yang menjelekkan di luar. Maka dosa wanita jika mentaati ajaran ALLAH yang sebenarnya adalah yang paling kurang sekali. Apakah ini satu kezaliman?

Masyarakat hari ini adalah masyarakat yang dibesarkan untuk memenuhi tuntutan material. Masyarakat materialisma tidak akan memahami harga wanita yang sebenarnya. Pada mereka, kelebihan itu adalah bila memegang jawatan yang tinggi, kelebihan itu adalah bila mempunyai harta yang banyak, kelebihan itu adalah apabila dipandang agung oleh orang lain. Hakikatnya kelebihan dan kebahagiaan yang sebenar adalah apabila mendapat redha ALLAH dan dihindarkan dari nerakanya. Maka wanitalah yang paling mudah untuk mendapatkannya. Maka apakah harga wanita? Adakah wanita ini dizalimi? Wanitalah makhluk suci yang mulia. Wanitalah makhluk contoh yang diteladani kehidupannya. Wanitalah sumber inspirasi penggegar dunia. Wanitalah pencegah kemunkaran dunia. Wanitalah taruhan keamanan dunia. Bukankah semua manusia dialhirkan dari perut wanita? Bukankah majoriti insan dibesarkan oleh wanita? Maka bukankah peluang beramal, peluang membuat kebaikan, peluang mengubah masyarakat, peluang menyelamatkan ummah, peluang melahirkan pemimpin terletak di tangan wanita?

Marilah kita duduk dan berfikir. Semoga ALLAH meredhai kita.


HARGA WANITA BAIK DAN PELACUR

Pernah dengar guyonan soal wanita baik dan Pelacur?

Begini. Lebih berharga mana wanita baik dan pelacur? Kalau jawabnya: wanita baik, ya nggak lucu (tapi benar). Kalau jawabnya: pelacur, lucunya dimana?

Dengan mahar seharga 1 juta-an kamu akan dapat “pelayanan” sepanjang hidupmu oleh wanita baik pilihanmu. Tapi dengan mahar yang sama, kamu hanya dapat pelayanan short-time 1-10 kali (tergantung kelasnya) dari seorang pelacur!

Pilih mana?

1. BAIK

2.TIDAK BAIK