(Studi Kasus Pelacur Jalanan di Sekitar Stasiun Kota Baru).
Orang jawa kebanyakan adalah pelacurDalam kajian skripsi ini akan dibahas beberapa permasalahan yaitu (1) Bagaimana citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru, Kecamatan Klojen, Kota Malang? (2) Faktor-faktor apakah yang membentuk citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru? (3) Bagaimanakah interaksi sosial antara pelacur jalanan dengan masyarakat di sekitar Stasiun Kota Baru? berdasarkan rumusan permasalahan tersebut, maka kajian skripsi ini bertujuan (1) Menjelaskan tentang citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru, Kecamatan Klojen, Kota Malang (2) Menjelaskan faktor-faktor yang membentuk citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru (3) Menjelaskan hubungan interaksi sosial antara pelacur jalanan dengan masyarakat di sekitar Stasiun Kota Baru.
Skripsi ini mengunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi dimana peneliti berusaha menangkap suatu fenomena yang terjadi di masyarakat sekitar Stasiun Kota Baru, untuk kemudian dianalisis secara mendalam. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Untuk menjaga keakuratan data peneliti melakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan proses sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, mengkomparasikan data, analisis data, dan sintesis data.
Hasil penelitian menunjukan terdapat lima citra yaitu 1) Citra tentang wanita atau waria yang berprofesi sebagai seorang pelacur. Dengan hasil untuk pelacur wanita bahwa profesi ini tidak baik namun di sisi lain mereka memaklumi bahwa keadaan yang memaksa, sedangkan tentang waria masyarakat berpandangan bahwa semua waria yang mangkal di stasiun adalah pelacur. 2) Citra masyarakat terhadap penyebab seseorang terjun ke dalam kehidupan pelacurpelacur jalanan disebabkan faktor ekonomi, untuk waria yang terjun ke dalam pelacuran dikarenakan faktor biologis (seksual). 3) Citra masyarakat terhadap faktor-faktor yang mendorong para pelacur jalanan menempatkan wilayah di sekitar Stasiun Kota Baru sebagai tempat mangkal. Dengan hasil; pertama, lokalisasi tutup maka banyak pelacur wanita mangkal di sekitar Stasiun Kota Baru. Kedua, daerah ini ramai dikunjungi orang pada malam hari. 4). Citra masyarakat terhadap dampak keberadaan pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru, masyarakat tidak terganggu yang terganggu hanya para pemudi yang lewat stasiun waktu malam hari, karena dianggap pelacur oleh para pria hidung belang. 5). Citra masyarakat terhadap Pemerintah Kota Malang (Pemkot) yang akan berusaha merelokalisasikan para pelacur jalanan. Masyarakat setuju agar pelacur tidak berkeliaran di jalan-jalan.
Faktor-faktor pembentuk citra terdiri atas
1). Tubuh atau fisik.
2). Bahasa
3). Umpan balik dengan orang lain.
4). Identifikasi orang lain terkait dengan jenis pekerjaan.
Interaksi masyarakat d
Penelitian ini memberikan saran sebagai berikut
1) Diadakannya tempat khusus (lokalisasi) agar mereka tidak berkeliaran di jalan lagi dan menganggu ketenangan masyarakat terutama pemudi.
2) Mengeluarkan peraturan tentang pelacur jalanan dan menjalankannya dengan tegas.
3) Masyarakat hendaklah bersama-sama untuk aktif berperan dalam memberantas pelacur jalanan agar kembali ke masyarakat.
4) Hendaknya semua orang membuka mata dan telinga bahwa tidak semua citra tentang pelacur jalanan bersifat buruk adakalanya mereka juga baik.
5). Kepada peneliti selanjutnya diharapkan akan menindaklanjuti penelitian ini, umpam menyangkut kemungkinan tidaknya di Malang dibangun panti rehabilitasi bagi pelacur jalanan waria maupun wanita. merupakan sarang penyakit menular, penyakit AIDS, perampas suami orang dan perusak rumah tangga orang. Fokus kajian ini menitik beratkan pada jalanan. Wanita terjun ke dalam profesi



.jpg)